Dirumuskan
:
P=
F/A
Fisika, adalah sebuah ilmu yang mempelajari
fenomena fisis yang direpresentasikan dalam bentuk matematis. Kata fisika
sebenarnya sudah tidak asing bagi telinga seorang pelajar, tapi apa yang ada di
pikiran pelajar belum tentu sama dengan arti fisika sebenarnya. Misal jika kita
katakan apakah bunyi hukum Newton II itu? Mungkin mereka sangat hafal
“Percepatan yang dialami oleh suatu benda berbanding lurus dengan gayanya dan
berbanding terbalik dengan massa bendanya”. Atau biasa kita nyatakan dalam F =
m a. Terus apa? Terus kenapa Inilah
sebenarnya kendala kita, kita hanya terjebak dalam konteks matematisnya saja,
kita terbiasa dengan mengerjakan
soal-soal dengan rumus-rumus yang banyak. Contohnya, kita tahu konsep tentang
tekanan. Yang biasa dinyatakan P = F /
A, dengan P adalah tekanan, F adalah gaya, dan A adalah luasan tempat gaya
tersebut bekerja. Para pelajar hanya menggunakan rumus tersebut apa adanya
tanpa adanya rasa mengerti apa makna rumus tersebut. Coba kita berfikir di luar
kebiasaan, anak-anak muda mengatakan “Thinking Out of The Box”.. Misal, P
adalah tekanan yang kita rasakan di hati kita, F adalah gaya dari luar yang
akan menekan hati dan perasaan kita, dan A adalah seberapa lapang hati kita.
Jika hati kita sangat sempit (A sangat kecil), meski gaya dari luar tidak
terlalu besar (F tidak terlalu besar), maka akan mengahasilkan tekanan ke hati
yang besar (P besar), kita akan mudah sterss, kita akan mudah tertekan, dan
kita akan mudah menyerah. Sedangkan jika hati kita sangat lapang, sangat
lapang, berapa pun besar gayanya, maka akan menghasilkan tekanan di hati yang
tidak terlalu besar, artinya betapa berat masalah yang kita hadapi, betapa
rumit permasalahan kita, kita akan bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan
hati lapang dan pikiran tenang. Benar-benar Fisika adalah IImu dari Tuhan. Jika kita sedikit serius dan berusaha
memahami ilmu yang kita pelajari, dalam hal ini ilmu Fisika, kita akan mulai
menemukan fenomena-fenomena yang akan menunjukkan Keesaan Tuhan, bagaimana
Tuhan bisa menghancurkan Alam Semesta begitu mudahnya, bagaimana Jin dan Setan
menembus badan kita. Saya sengaja tidak menerangkannya sekarang, untuk menambah
penasaran pembaca . Sekali lagi, Fisika
bukanlah ilmu yang hanya berkelit di matematika. Fisika adalah ilmu yang
diturunkan oleh Tuhan untuk memahami
fenomena alam di sekitar manusia, sebagai tanda KeesaanNya, Allah SWT.
Rumus
tekanan di atas mungkin sangatlah
familiar bagi para ahli fisika ataupun orang-orang yang menyukai fisika. Namun
tahukah anda untuk membaca rumus di atas dapat dibaca dengan berbagai cara.
Adapun cara-cara membaca rumus di atas adalah:
1. Orang matematika akan membaca rumus
tersebut sebagai berikut:
“Tekanan
(P) sama dengan Gaya (F) dibagi luas permukaan (A)”
2. Orang fisika akan membaca rumus tersebut
dengan cara lain yaitu:
“Tekanan
yang diterima suatu benda merupakan besar gaya yang diterima benda tersebut
pada luasan tertentu, semakin besar gaya semakin besar pula tekanan, tapi
semakin besar luas permukaan semakin kecil tekanan yang diterima benda
tersebut”
Perbedaan
cara baca tersebut tidak menjadi masalah, karena setiap ilmu mempunyai sudut
pandang tertentu terhadap sebuah fenomena. Hal menarik yang ingin disampaikan
adalah ketika seorang guru membaca rumus tersebut dengan cara seperti ini:
“Kita
tidak akan pernah merasakan tekanan dalam kehidupan, sebesar apapun masalah
yang menghantam dirri kita bisa melapangkan dada kita”
Begitulah
ilmu pengetahuan, selalu ada keteraturan di dalamnya. Keteraturan yang
diciptakan Sang Pengatur.
Pernahkan
anda diinjak dengan sepatu hak tinggi? Bagaimana rasanya bila dibandingkan
ketika anda diinjak dengan sepatu yang lebar? Mungkin dua-duanya sakit tapi
pastinya ketika diinjak dengan sepatu hak tinggi anda akan merasakan lebih
sakit. Begitu pun dala menghadapi permasalahan kehidupan. Pernahkan anda
meilhat orang yang kehilangan benda? Apakah ekspresi setiap orang akan sama
ketika kehilangan suatu benda? Tentunya tidak, ada orang yang ketika dia
kehilangan benda, dia akan pusing minta ampun, gelisah, sampai frustasi. Ada
juga orang yang ketika barangnya hilang, dia hanya bersikap tenang dan tidak
terlalu memikirkannya. Kedua orang tersebut menampilkan perilaku yang berbeda
disebabkan karena hati mereka berbeda. Orang pertama mengatur hatinya menjadi
sempit dan sulit, sehingga masalah kecil pun akan menjadi rumit, sedangkan
orang kedua mengatur hatinya menjadi luas dan lapang, sehingga bisa menghadapi
masalah sebesar apapun dengan tenang.
Begitulah
fisika selalu mengajarkan tentang kehidupan.Tekanan tidak hanya diajarkan
mengatur gaya dan luas permukaan sehingga dapat menghasilkan tekanan maksimum,
tetapi dalam kehidupan tekanan diajarkan bagaimana kita dapat mengatur hati
kira untuk menghadapi berbagai masalah besar ataupun kecil sehingga kita bisa
menerima tekanan yang minimum.
Sangat
menarik jika kita memperhatikan hokum-hukum fisika (hokum-hukum tentang alam)
karena ternyata aa kesamaan prinsip antara hokum-hukum fisika dan
prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani orang percaya. Bagi saya, ini menyatakan
bahwa pencipa alam rohani dan pencipta alam fisika adalah sama.
Salah
satu contoh mengenai hal ini adalah Hukum tentang tekanan dan gas yang terdapa
dalam hukum termodinamika yang pertama. Hukum tersebut memberikan persamaan
energy gas pada kondisi isobarik, yaitu:
W = P.(V2-V1)
Mungkin
yang tidak berkecimpung dalam persoalan termodinamika kurang memahami makna
persamaan di atas. Karena itu saya akan mencoba menyederhanakannya dalam
kata-kata yang lebih sederhana, yaitu:
“semakin
besar tekanan, maka usahapun akan meningkat atau dengan kata lain ada suatu
tenaga yang besar jika tekanan semakin besar”
Mari
kita ambil contoh-contoh praktus pemanfaatan persamaan di atas dalam kehidupan
sehari-hari:
1.
Teko yang bisa “bersiul” jika air di dalamnya mendidih. Teko ini menggunakan
prinsip tekanan. Air yang mendidih
mengubah wujud cairnya menjadi wujud gas, karena gas bertambah, maka tekanan
akan bertambah besar, dan tekanan ini berubah menjadi tenaga yang mendorong gas
untuk melewati lorong sempit dan energinya sebagian diubah menjadi energy bunyi
yang terdengat sebagai “siulan”, sehingga menjadi indicator bahwa air di dalam
teko sudah mendidih.
2. Mesin uap. Mesin ini secara sederhana
menghasilkan uap yang dimampatkan. Semakin bermanffa
,maka tekanan gas semakin besar, ketika gas ini dibebaskan keluar dalam suatu
lubang yang sempit, maka gas ini akan menggerakkan mesin. Sehingga, semakin
besar tekanan gas yang bisa dihasilkan, semakin besar pula tenaga yang
dihasilkan.
3. Balon jika ditiup kemudian tutup balon
dilepaskan, maka udara dalam balon akan keluar dan mendorong balon untuk bergerak kesana dan
kemari. Dalam skala yang besar, prinsip ini digerakkan untuk menaikkan roket ke
luar angkasa dengan kecepatan fantastis, minimal roket harus bergerak 11 km
setiap detiknya supaya roket tidak jatuh kembali ke bumi, tetapi bisa lepas ke
luar angkasa. Bayangkan betapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan
roket yang beratnya ribuan ton itu.
Disini
dapat kira ambil suatu prinsip, yaitu semakin besar tekanan, maka tenagapun
akan semakin besar. Jika kita menariknya ke dalam alam rohani, kita akan
menyadari satu prinsip dalam pertumbuhan orang percaya.
Orang
percaya tidak ada yang tidak bisa lepas dari “tekanan” yaitu beban, pergumulan,
masalah, dan lain-lain. Tekanan ini sangat berguna bagi kehidupan rohani orang
percaya, karena dibalik tekanan ini akan dihasilkan satu kekuatan rohani. Boleh
dikatakan bahwa semakin besar tekanan yang pernah dialami oleh orang percaya,
maka kita bisa melihat semakin besar juga kekuatan rohaninya, artinya orang
tersebut semakin mengenal jalan-jalan Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan dan
semakin dewasa dalam rohani.
Tekanan
demi tekanan, Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan orang percaya adalah untuk
kebaikan orang percaya tersebut, yaitu untuk menghasilkan manusia yang rohani
dan dewasa. Tekanan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kira ternyata sudah
dibatasi olehNya sehingga kita pasti dapat menanggungnya.
Tetapi
terkadang, jika kita melihat pengalaman kita, seringkali tekanan yang menimpa
hidup kita ini dihadapi dengan keluhan, sering dihadapi dengan pemberontakan
dan sering dihadapi dengan melarikan diri dari tekanan, padahal menurut prinsip
rohani (yang dinyatakan dalam prinsip fisika tentang tekanan) tekanan itu
berguna untuk membangkitkan kekuatan rohani kita atau untuk membuat kita
semakin dewasa di dalam Tuhan. Disini kita harus mengakui kelemahan kita padaNya
dan mullah belajar memandang “tekanan” hidup dalam cara pandang Allah. tingkat
yang lebih tinggi lagi."
sumber : http://idhanurhidayah1993.blogspot.com/2013/01/22-persamaan-fisika-beserta-maknanya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar